Rabu, 28 Maret 2012

Rantai Makanan Pada Ekosistem Terumbu Karang


Terumbu karang merupakan sebuah ekosistem yang terdapat di laut yang penghuni utamanya karang batu. Terumbu karang adalah keunikan antaraasosiasi atau komunitas lautan yang seluruhnya dibentuk oleh kegiatan biologis. Terumbu adalah endapan-endapan masif yang penting dari kalsium karbonat yang terutama di hasilkan oleh karang dengan sedikit tambahan dari alga dan organisme lain yang mengeluarkan kalsium karbonat. 

Gambar 1. Terumbu karang
Sumber :  http://id.wikipedia.org/wiki/Terumbu_karang
 Hidupnya menempel pada substrat batu atau dasar yang keras dan berkelompok membentuk koloni yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanthellae menghasilkan kalsium karbonat (CaCO3) menjadi terumbu, mempunyai warna dan bentuk beraneka rupa. Menurut daerah hidupnya, karang dikelompokkan menjadi 2 karang yang berbeda, yang satu bernama hermatipik dan yang lain adalah ahermatipik.
Karang hermatipik adalah karang yang dapat menghasilkan terumbu. Artinya karang ini bersimbiosis dengen zooxanthellae. Karang ini hanya ditemukan pada daerah tropik saja. Karang ahermatipik adalah karang yang tidak bersimbiosis dengan zooxanthellae, sehingga karang ini tidak menghasilkan terumbu. Karang ahermatipik ditemukan di hampir seluruh perairan dunia.
Karang termasuk kedalam golongan hewan. Sehingga pada ekosistem terumbu karang terjadi sebuah rantai makanan, seperti pada ekosistem yang lain. Rantai makanan adalah adalah perpindahan energi makanan dari sumber daya tumbuhan melalui seri organisme atau melalui jenjang makan (tumbuhan - herbivora - carnivora - omnivora).

Gambar 2. Rantai makanan pada ekosistem terumbu karang
Sumber :  http://djeecintalaut.wordpress.com/2010/03/28/rantai-makanan-ekosistem-terumbu-karang-di-kabupaten-karawang-provinsi-jawa-barat/
 
Pada rantai makanan (food chain) di ekosistem terumbu karang dan semua rantai makanan pada sebuah ekosistem, sinar matahari  berperan sangat penting dalam proses fotosintesis karang. Karena sinar matahari adalah sumber energi dari semua makhluk hidup. Sinar matahari juga yang memberi energy kepada produsen (yang dalam ekosistem terumbu karang adalah phytoplankton, zooxanthellae, rumput laut dan alga merah) sehingga produsen dapat berfotosintesis. Kemudian, phytoplankton, zooxanthalae, rumput laut, alga merah berperan sebagai produsen utama dalam proses rantai makanan yang terjadi pada ekosistem terumbu karang.
            Di ekosistem terumbu karang akan ada konsumen tingkat satu atau konsumen primer yang terdiri dari Zooplankton, larva, ikan kecil landak laut, kerang-kerangan, dan sebagainya, yang nantinya akan berperan untuk memakan phytoplankton, rumput laut, alga merah dan zooxhanthalae. Lalu selain konsumen primer, di sebuah ekositem juga terkadang mempunyai konsumen tingkat dua atau yang disebut konsumen sekunder. Konsumen tingkat sekunder terdiri dari molusca, crustasea, lobster, ikan-ikan sedang. Konsumen sekunder berfungsi sebagai pemangsa konsumen tingkat I.
            Selain itu ada pula konsumen tingkat ketiga atau yang disebut dengan konsumen tingkat tinggi. Konsumen in terdiri dari  ikan hiu dan ikan-ikan karnivor lainnya. Konsumen tingkat tinggi itu berperan sebagai pemangsa ikan-ikan sedang, lobster, molusca, crustacean dan lain-lain. Dan pada akhirnya, ada decomposer bakteri dan fungi yang berperan sebagai pengurai dari semua makhluk hidup yang sudah mati di ekosistem terumbu karang.


Selain rantai makanan pada ekosistem terumbu karang, di laut juga memiliki beberapa rantai makanan pada ekosistem yang beragam. Contohnya adalah rantai makanan pada ekosistem lamun, yang akan dijelaskan dalam blog teman saya : arohmangusti.wordpress.com




Daftar Acuan :
http://id.wikipedia.org/wiki/Terumbu_karang

http://djeecintalaut.wordpress.com/2010/03/28/rantai-makanan-ekosistem-terumbu-karang-di-kabupaten-karawang-provinsi-jawa-barat/

Kamis, 22 Maret 2012

Dinamika Warna Air Laut

     Pada dasarnya, air tidak memiliki warna. Air hanya menyerap cahaya matahari dan kemudian merefleksikannya sehingga air tampak seperti mempunyai warna. Kebanyakan orang menganggap bahwa air itu berwarna biru atau hijau. Hal itu di karenakan air menyerap cahaya merah, dan pada tingkat lebih rendah, air juga menyerap cahaya kuning dan hijau, menyebabkan warnanya bisa berubah ubah tergantung kedalaman dan tempatnya. Warna biru merupakan warna yang paling tidak diserap oleh air, sehingga air nampak berwarna biru. Singkatnya, semakin dalam kedalaman laut, semakin ia berwarna kebiruan. Pada laut yang dalam, sinar-sinar berasal dari binatang-binatang yang memancarkan sinarnya sendiri seperti jenis ubur-ubur, koral, fishlet, dan lain sebagainya.
Gambar1. diagram cahaya yang di serap oleh air laut. http://blakbin.blogspot.com/2011/08/apakah-air-laut-benar-benar-berwarna.html
 
Pada lapisan air permukaan (0 – 0,5 meter) air hanya mengabsorpsi sinar inframerah yang tidak nampak oleh mata kita, sehingga dipermukaan tampaknya putih. Sampai pada kedalaman 5 meter, sinar yang diabsorpsi mula-mula sinar hijau dan sinar kebiru-biruan. Pada kedalaman 50 meter, lapisan air itu mengabsorpsi sinar yang biru hijau yang menyebabkan warna air permukan tampak biru. Cahaya merah diserap kuat, menjadikannya hilang, dan cahaya biru terus menembus kedalam. Sehingga semakin dalam suatu perairan, maka warna air laut akan terlihat berwarna biru. Sementara saat matahari mulai terbenam dan terbit, air laut akan kelihatan merah di permukaannya dikarenakan penyerapan cahaya tersebut.
Tetapi faktanya, air bisa juga menjadi warna lain. Seperti merah atau hitam. Perubahan itu terjadi karena adanya faktor cahaya matahari yang terserap oleh molekul-molekul air dan mamantulkannya. Faktor lainnya adalah karena jenis endapan sedimennya atau organisme yang hidup didalamnya. Faktor-faktor penyebab terjadinya dinamika warna air laut akan lebih dijelaskan dalam blog teman saya dengan link : http://pipihhchapes.blogspot.com/
 
 Sumber :
http://dayigamerssss.blogspot.com/2011/07/dinamika-warna-air-laut.html
http://blakbin.blogspot.com/2011/08/apakah-air-laut-benar-benar-berwarna.html